The Art in Riky™

Pieces of our life

Acara Keluarga di Kota Bunga

18 July 2009 kami sekeluarga menghadiri acara keluarga di kawasan kota bunga Puncak. Acara ini terbilang sangat mendadak karena kami baru dapat undangan via telpon hari jumat pagi. Dengan persiapan yag serba mendadak juga  kami akhirnya berangkat.

Pertemuan ini di hadiri 4 keluarga. Kami menginap di sebuah vila keluarga di kawasan kota bunga. Untuk menghindari kemacetan rutin yang terjadi setiap weekend di jalur ciawi puncak kami berangkat jam 6 pagi dari rumah dengan kondisi Farrell dan Keizha yg belum mandi. Read more »

August 5, 2009 Posted by | blog, Rekreasi | | Leave a Comment

Surga di Bandung Selatan

 

…Bila kita telah bisa memahami dengan baik bahasa alam, setingkat lagi kita akan bisa memahami bahasa kehidupan yang lebih tinggi lagi, bahasa keTuhanan. Dengan memahami bahasa Ketuhanan kita bisa membaca makna dan rahasia kehidupan, tak ada lagi rasa takut, sepi dan sedih, dimanapun dan kapanpun… (Hendra Messa)

 

Sabtu s/d Minggu kemaren kami sekeluarga di beri kesempatan oleh Allah untuk menyaksikan surga yang tercecer di bandung selatan. Perjalananan liburan yang sungguh mengesankan buat kami sekeluarga. Perjalanan yang mengencangkan kembali tali silahturahmi antara ayah/mama dan teman-teman waktu di Jogja dulu. Perjalanan ini juga dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan teman kantor ayah di dekat PLTA cikalong (beberapa kilometer sebelum Pangalengan dari bandung). 

Sabtu pagi kami berangkat dari rumah. Mbah Putri kali ini ga ikut. Dari acara resepsi pernikahan kami akan menuju ke daerah Pangalengan dan berencana akan menginap 1 malam di rumah teman kuliah ayah di Jogja dulu, namanya Dalrino yang istrinya bekerja dan tinggal di perkebunan teh Malabar-Pangalengan. Istrinya ini (Tante Ima) juga teman ayah dan mama. Tante ima ini adalah cucunya ibu kos ayah dulu sewaktu kuliah di Jogja. Sedangkan Om Dalrino ini adalah kakak kelas ayah yang juga satu kost dengan ayah. Selain kami juga ada teman ayah lainnya, om Sheffik. Om Sheffik dan istrinya (tante Juli) ini juga kuliah di tempat yang sama dengan ayah (UGM). Nah tante Juli ini saat ini sekantor dengan ayah. 

Kami janjian ketemuan dengan om Sheffik di rest area km.40. Dari situ kami konvoi ke Bandung lewat tol Cipularang. Seperti biasa keluar tol kopo ke arah Soreang macet. Sesampai di Soreang kami ambil kiri kearah Banjaran. Di pertigaan banjaran kami ambil kanan arah Pangalengan. Kemudian setelah ketemu pintu gerbang PLTA Cikalong kami ambil kanan. 

Acara pernikahan teman lumayan ramai dan menu hidangannya adalah nasi timbal….sedap sekali. Sepulang dari acara pernikahan kami istirahat dulu mess Indonesia Power yg disewa yg punya acara. Disini juga berkumpul banyak teman kantor ayah yang juga rencananya hendak menginap disana. 

Sekitar jam 3 sore kami sekeluarga dan teman om Sheffik berserta keluarganya bersiap hendak berangkat ke rumah teman ayah Om Dalrino. Baik ayah maupun om Sheffik tidak ada yg tahu jalan ke sana kecuali petunjuk yang dikirim Om Dalrino lewat sms. Kami berangkat beriringan dengan posisi mobil kami di belakang. Sering kali di jalan kami berhenti untuk bertanya arah ke kebun Talun Santosa tersebut. Pemandangan disepanjang jalan bagus sekali. Udara juga sangat segar sehingga kami tidak menggunakan AC. Sekitar pukul 5 sore kami memasuki pintu gerbang PTPN VIII kebun Malabar. Dari sini ayah cek posisi dengan menelpon kembali teman ayah (Dalrino) karena kabarnya beberapa kilometer dari gerbang sinyal handphone dari provider manapun akan lenyap. Alhamdulillah kami di jalur yang benar. 

Jalan menuju kebun Talun Santosa berkelok-kelok mendaki di sela-sela hijau kebun teh. Paru-paru kami disuguhi udara segar dan bersih. Pemandangan sepanjang jalan sungguh-sungguh luar biasa. Sepanjang mata memandang dipenuhi pohon-pohon teh yang katanya sudah berumur puluhan bahkan ada yg ratusan tahun. Sesungguhnya perkebunan ini adalah peninggalan Belanda yang jatuh ketangan negara setelah Belanda berhasil diusir dari negeri ini. Perkebunan ini didirikan sejak tahun 1896 oleh Karel Albert Rudolf Bosscha. Beliau mendedikasikan hidupnya untuk membangun dan mengembangkan perkebunan ini hingga akhir hayatnya. Makam Bosscha hingga saat ini masih terawat baik. Makam ini cukup megah. Pusaranya ditutup dengan kubah berarsitektur Eropa. Sekeliling makam dipagar dan ditutupi sejumlah pohon besar yang telah berumur tua. Selain mengembangkan kebun the Boscha juga merupakan seorang pemerhati astronomi. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Observatorium Boscha di Lembang, Jawa Barat. Untuk mengoperasikan kebun ini Boscha membangun sebuah hydro-electric power-plant dengan kapasitas 3000HP di sungai Cilaki dan masih berfungsi sampai sekarang. Masih di area kebun Malabar tepatnya di Purbasari ini juga terdapat sebuah rumah sakit bernama Rumah Sakit Junghun. Nama rumah sakit ini diambil dari nama Franz W. Junghuhn yang menemukan tanaman kina obat anti malaria itu. Konon ia menemukan pohon kina pertama kalinya di area perkebunan ini. 

Beberapa kilometer setelah pintu gerbang kearah Santosa terdapat hot spring water Cibolang yang ramai dikunjungi di hari libur. Selepas Kertamanah (kalau tidak salah) jalan yang tadinya hotmix beralih ke macadam. Makin keatas makin rusak dan beberapa kilometer menjelang kebun Talun Santosa keadaannya semakin parah sehingga mobil kami terpaksa bejalan merangkak apalagi malam telah jatuh dikawasan ini. 

Akhirnya kami menemukan pabrik teh Talun Santosa. Setelah bertanya pada security pabrik the Talun Santosa kami temukan juga rumah Om Dalrino ini  (7°15’9.88″S 107°38’27.26″E). Rumahnya terletak beberapa puluh meter dari pabrik Teh Talun Santosa. Sebenarnya yang berkerja disini adalah istrinya (tante Ima). Om Dalrino sendiri masih melanjutkan study untuk meraih gelar doktornya di ITB. Jadi beliau ini bolak balik ke sini setiap minggunya. Rumah Om Dalrino dan tante Ima ini dilengkapi dengan tungku pemanas bikin ayah ga sabar untuk segera menyalakannya karena udara yg sangat dingin (mungkin sekitar 12celcius). Herannya Keizha dan Farrell malah seperti tidak merasa dingin. 

Ternyata Om Dalrino dan tante Ima belum pulang dari Bandung. Sambil menunggu kami beranikan diri/nekad bikin mie goreng karena ga tahan kelaparan ditambah dinginnya udara (tentu setelah dipersilahkan pembantunya). Malam itu kami dinner dengan mie goreng bikinan tante Juli. 

Sekitar jam 8 malam akhirnya mereka datang. Kami langsung terlibat obrolan yang seru seputar masa lalu waktu kuliah di Jogja dulu. Mama juga tak ketinggalan karena mama juga kenal dengan Om Dalrino. Kami ini dulu sepermainan sewaktu kuliah di Jogja. Sementara Farrell, Nayla (anak Om shefik) asyik bermain tanpa menghiraukan dingin sementara kami menggigil kedinginan. 

Sepanjang malam kami tidur kedinginan. Tapi Keizha malah pulas sekali tidurnya. Pagi-pagi ayah kuatkan diri untuk keluar jalan-jalan seputar rumah untuk mengambil beberapa jepretan. Tak beberapa lama kemudian Om Dalrino menyusul dan mengajak ayah jalan-jalan keliling kebun teh. Subhanallah….sungguh indah sekali pemandangannya….kami naik ke bukit kecil dibelakang rumah yang dipenuhi pohon teh. Kami melewati jalan setapak di sela-sela pohon teh. Kadang-kadnag menerabas diantara rapatnya pohon teh yang masih dibasahi embun. Sebentar saja pakaian kami sudah basah dibuatnya sehingga dinginnya pagi menyentuh kulit. 

Dari puncaknya kami bisa melihat seluruh area perkebunan ini. Luas sekali…. Di kejauhan terlihat gunung Papandayan. Tak bosan-bosan ayah memandang berkeliling….kalau bukan karena dingin dan perut yang sudah keroncongan ayah belum akan turun dari bukit tersebut. 

Sesampai di rumah Om Dalrino kami di suguhi makan pagi. Farrell makan dengan lahap karena semalam mogok makan. Kemudian diteruskan dengan ngobrol diteras tentang masa lalu di Jogja…… 

Jam 11:00 kami pamitan. Sepanjang jalan kami sering berhenti untuk berfoto maupun untuk sekedar menikmati pemandangan sambil menghirup udara segar. Di tengah jalan kami berpisah dengan om Shefik yg buru-buru karena akan melanjutkan jalan-jalannya di kota bandung. Kami memutuskan untuk mengeksplor Malabar saja. Semua cabang jalan kami masuki….semua serba teh …. hijau…udara segar….dan tenang. Tak salah daerah Pangalengan ini dijuluki juga Swiss of Indonesia.

Jika duduk merenung sambil memandang hamparan hijau disini terasa semakin kecil kita dihadapan Allah. Tak berlebihan Hendra Messa menulis seperti yang ayah kutip diatas…. 

Sekitar jam 14.30 kami baru meninggalkan Pangalengan. Setelah beristirahat dan makan di sebuah restorant kebun bernama Bebek Bakar antara Banjaran dan Soreang kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. 

Terima Kasih Om Dalrino dan tante Ima atas penerimaannya…..

 

Talun Santosa

Talun Santosa

Kabut Di pagi hari

Kabut pagi

kabut

kabut kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

kabut

test

kebun teh talun santosa

test

kebun teh talun santosa

test

pond di talun

test

kebun teh talun santosa

test

papandayan di kejauhan

test

papandayan di kejauhan

test

pond di talun

test

kebum teh

test

pond

test

pond

test

Kebun talun santosa dari bawah

test

pond

test

pond

test

awan

antik-katenzo

antik-by katenzo

di rumah Dalrino

di rumah Dalrino

July 2, 2009 Posted by | Rekreasi | , , , , , , | 2 Comments

Mudik

 

“Mudik itu Perlu” begitu yg pernah ayah baca di dinding sebuah bus. Perlu ga perlu bagi kami sekeluarga mudik tahun ini akan lain dari tahun2 sebelumnya. Kali ini kami akan mudik dengan kendaraan sendiri dan ayah sebagai supir satu2nya ditemani mama sebagai navigator serta Farrell sebagai penumpang kelas 1 nya.

Harusnya tahun ini mudiknya ke Padang. Namun berhubung Mama lagi hamil besar maka mudik destinationnya di alihkan ke Boyolali aja yg “agak” deket. Kasian nanti Dede’nya ke goncang2 sepanjang perjalanan ke padang yang tentunya lebih berat medannya ketimbang ke Boyolali.

Selain itu pertimbangannya karena ayah nyetirnya ga ada temennya. Kalau ke Padang minimal butuh sekitar 33 jam kalau ga pake macet. Kalau ke Boyolali paling lama 10 jam kalau lancar. Jika lebaran begini paling kami perkirakan 15 jam, ayah masih kuat lah (namun ternyata perhitungan kami ini meleset jauh).

Read more »

October 28, 2008 Posted by | blog, Rekreasi | , , | Leave a Comment

Ke Water Boom Lippo Cikarang

Sebenarnya sudah lama kami berniat mau ke sana. Secara lokasinya dekat rumah trus pengen tahu juga isinya apa aja.
Tanggal 27 October kemaren kami sempatkan ke sana. Tadinya mau ke dufan tapi karena kejauhan dan males akhirnya kami putuskan ke water boom aja. Kedufannya diundur minggu depannya (akhirnya gagal karena ada urusan lain).

Lokasinya lumayan bagus untuk santai keluarga. Harga tiketnya Rp60.000/org. Sebanding dengan fasilitasnya, worth it lah. You get what you pay. Ada beberapa kolam disana. Ada kolam yg airnya mengalir seperti sungai mengelilingi kawasan tsb meluncur dari ketinggian melewati kanal buatan, ada kolam bermain anak-anak. Lumayan bagus lah menurut ayah. Ditambah lagi lokasinya yg deket dan tiket masuknya yang terjangkau. Di dalam ada penyewaan perahu karet untuk single dan ada juga yang besar untuk 2 orang. Sewanya juga murah…daripada beli sendiri.

Read more »

November 22, 2007 Posted by | Rekreasi | Leave a Comment

Taman Bermain Hom Pim Pah

Hari ini (3 Nov’07) kami iseng-iseng aja jalan. Belum tau mau kemana. Yang penting keluar rumah dulu biar Farrell senang. Di perjalanan baru ingat kalau ada tempat bermain Hom Pim Pa di daerah Lippo Cikarang. Kami belum pernah kesana. Kami juga denger dari orang kalau disana ada tempat bermain untuk keluarga. Dalam bayangan kami seperti Dufan lah…dibawah dikit :D .

Lalu kami mengarah ke sana. Setelah tanya sana sini akhirnya ketemu juga tempat bermain ini. Kesan pertama, tempat ini jauh dari seperti yang kami bayangkan. Agak kotor dan tidak terawat. Tapi sangat sepadan dengan ticket masuknya yg Cuma 10ribu per orang. Apa boleh buat, kami sudah terlanjur disana, akhirnya kami putuskan masuk saja untuk memuaskan rasa penasaran kami. Sebenarnya tempatnya lumayan. Namun karena tidak terawatt makanya jadi kurang menarik. Permainannnya sedikit dan banyak yg rusak. Disana ayah dan Farrell naik flying fox. Farrell di tandem ayah. Farrell ga takut sama sekali. Malah teriak-teriak….wiiii….
Read more »

November 18, 2007 Posted by | Rekreasi | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.