Untuk Mama iin
Jerih aku mencari sepotong kata cinta untukmu
Sedang berjuta kata silih berganti melintasi benakku
Tak satupun yang bisa mewakilkan perasaanku kepadamu
Aku bukan seorang “Rumi” yang pintar menyusun kata
Yang setiap kesahnya adalah puisi setiap ceritanya adalah prosa
Hanya seonggok kata tentang pemahamanku pada cintamu
Yang kugoreskan pada dinding waktu yang sepi ini
Ketika malam ini aku kembali gagal menemukan kata cinta untukmu
Tapi lihatlah di mataku, ribuan kata cinta untukmu selalu ada disitu





